Banjir Rob Kembali Genangi Kawasan Lumpur Sidayu
Banjir rob kembali menggenangi puluhan rumah warga di wilayah Sidayu, Gresik, sejak akhir pekan lalu. Air laut yang masuk bersamaan dengan tingginya pasang membuat sejumlah permukiman di kawasan pesisir terendam, memaksa warga beraktivitas di tengah genangan yang dalamnya mencapai lutut orang dewasa di beberapa titik. Genangan mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak pagi hari dan bertahan hingga malam akibat aliran air yang sulit surut. Selain merendam jalan lingkungan, banjir juga mengganggu aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses menuju sekolah, aktivitas perdagangan kecil, hingga pekerjaan warga yang sebagian besar bergantung pada aktivitas pesisir dan tambak. Warga menyebut kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir rob semakin sering datang, terutama saat cuaca buruk dan pasang air laut meningkat. Namun kali ini, masyarakat menilai dampaknya lebih parah karena tanggul sungai yang sebelumnya jebol saat musim hujan tahun lalu hingga kini belum diperbaiki secara maksimal. Menurut warga, kerusakan tanggul membuat air lebih mudah masuk ke area permukiman ketika pasang laut terjadi. Beberapa bagian tanggul yang hanya ditambal sementara disebut tidak mampu menahan tekanan air, terutama ketika hujan deras dan rob datang bersamaan. Akibatnya, air dengan cepat meluap ke jalan kampung dan rumah-rumah warga. “Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan soal tanggul ini. Kalau belum diperbaiki total, rob akan terus masuk setiap air pasang tinggi,” ujar salah satu warga yang rumahnya kembali terendam. Selain kerusakan rumah dan perabotan, warga juga mengeluhkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan lingkungan. Air rob yang bercampur lumpur dan sampah menimbulkan bau tidak sedap serta meningkatkan kekhawatiran munculnya penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia. Sebagian warga bahkan harus meninggikan lantai rumah secara mandiri karena genangan semakin sering terjadi dari tahun ke tahun. Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat pesisir ikut terganggu. Sejumlah pedagang kecil mengaku kesulitan berjualan karena akses jalan terendam, sementara petambak mulai khawatir kondisi tanggul yang rusak dapat berdampak lebih besar pada area tambak mereka apabila cuaca ekstrem kembali terjadi. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki tanggul sungai secara permanen, bukan sekadar penanganan sementara. Mereka menilai perbaikan infrastruktur pesisir harus menjadi prioritas mengingat banjir rob kini bukan lagi persoalan musiman, melainkan ancaman yang terus berulang setiap tahun. Pengamat lingkungan menilai kawasan pesisir utara Gresik memang semakin rentan terhadap banjir rob akibat kombinasi kenaikan muka air laut, penurunan permukaan tanah, dan kerusakan infrastruktur penahan air. Karena itu, penanganan dinilai tidak cukup hanya dengan tambal sulam tanggul, tetapi memerlukan perencanaan jangka panjang yang melibatkan penguatan kawasan pesisir secara menyeluruh. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan membersihkan rumah sambil menunggu air surut. Di tengah genangan yang kembali datang, harapan mereka tetap sederhana: tanggul segera diperbaiki agar setiap musim pasang tidak lagi berubah menjadi ancaman bagi kehidupan sehari-hari.
Catatan dari Sidayu.
Kategori: News Update. Tag: #pesisir, #warga, #lingkungan
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar.