Dosen USG Bekali Guru MI Al Firdaus dengan Metode Mediasi Teman Sebaya untuk Kelola Konflik Siswa
GRESIK – Tim dosen Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar pelatihan bagi seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Firdaus yang berlokasi di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung judul “Pelatihan Guru: Membangun Keterampilan Sosial dan Sikap Toleransi Antar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah.”
Pelatihan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Imma Ya’tiana, M.Pd., dari Program Studi PGMI. Ia didampingi oleh dua anggotanya, yaitu Asita Al Mufida, M.Pd. (Dosen Prodi PGMI) dan Ani Khofiati, S.Pd.I., M.Ed. (Dosen Prodi PAI). Sasaran kegiatan ini adalah seluruh tenaga pendidik MI Al Firdaus yang dipimpin oleh Kepala Madrasah, Sunaryo, S.E.
Menurut Imma Ya’tiana, pihaknya sengaja menghadirkan materi yang berfokus pada peningkatan kompetensi guru dalam memahami dinamika konflik siswa usia dasar. “Hasil yang kami targetkan adalah bertambahnya wawasan guru tentang pengelolaan konflik dan regulasi emosi. Setelah pelatihan ini, para guru mampu membedakan ciri konflik sehat dan konflik tidak sehat pada siswa,” ujarnya.
Salah satu pencapaian utama yang diberikan tim dosen USG adalah pengenalan metode peer mediation atau mediasi teman sebaya. Metode ini menjadi referensi baru bagi madrasah dalam menyelesaikan perselisihan antarsiswa tanpa harus selalu mengandalkan tindakan guru secara langsung. Melalui peer mediation, siswa dilatih untuk menjadi mediator bagi teman sebayanya sehingga rasa tanggung jawab dan empati dapat tumbuh sejak dini.
Anggota tim, Ani Khofiati, menambahkan bahwa regulasi emosi menjadi fondasi penting sebelum metode mediasi dijalankan. “Kami mengajarkan guru cara mengenali tanda-tanda ketidakstabilan emosi pada siswa dan membimbing mereka untuk menenangkan diri. Setelah kondisi kondusif, barulah proses mediasi teman sebaya dapat diterapkan secara efektif,” jelasnya.
Kepala MI Al Firdaus, Sunaryo, S.E., mengapresiasi output nyata dari pelatihan ini. “Guru-guru kami tidak hanya memperoleh teori, tetapi benar-benar dibekali keterampilan praktis. Wawasan tentang konflik sehat versus tidak sehat serta metode peer mediation sangat kami butuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang toleran,” katanya.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, MI Al Firdaus kini memiliki bebaru untuk membangun iklim sosial yang sehat. Para guru diharapkan mampu mengimplementasikan teknik regulasi emosi dan mediasi teman sebaya secara berkelanjutan guna membentuk karakter siswa yang mandiri, toleran, dan terampil menyelesaikan masalah.
Kategori: Education.
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar.