25 July 2025 · Alun-Alun Gresik · 3 menit baca

Festival Kuliner Pesisir 2026 Tampilkan 60 Warung Legendaris

Festival Kuliner Pesisir 2026 Tampilkan 60 Warung Legendaris Festival Kuliner Pesisir 2026 menghadirkan 60 warung legendaris dari Gresik, Lamongan, hingga Tuban. Pengunjung bisa mencicipi Nasi Krawu, Otak-Otak Bandeng,…

Festival Kuliner Pesisir 2026 Tampilkan 60 Warung Legendaris

Festival Kuliner Pesisir 2026 kembali digelar dengan menghadirkan puluhan cita rasa khas pesisir utara Jawa Timur dalam satu lokasi. Tahun ini, sebanyak 60 warung legendaris dari Gresik, Lamongan, hingga Tuban turut ambil bagian, membawa ragam hidangan tradisional yang selama ini menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat pantura. Sejak sore hari, kawasan festival mulai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman. Aroma masakan khas pesisir langsung terasa dari deretan stan yang berjajar rapi, mulai dari olahan seafood, masakan berbumbu khas Jawa Timur, hingga jajanan tradisional yang mulai jarang ditemui di pusat perbelanjaan modern. Suasana semakin hidup dengan dekorasi bernuansa kampung nelayan dan alunan musik tradisional yang menemani pengunjung menikmati hidangan. Salah satu daya tarik utama festival ini ialah kesempatan mencicipi berbagai makanan legendaris dalam satu tempat. Pengunjung dapat menikmati seporsi Nasi Krawu khas Gresik dengan suwiran daging sapi berbumbu dan sambal petis yang kuat, lalu beralih ke Otak-Otak Bandeng yang menjadi ikon kuliner daerah pesisir. Tidak hanya itu, Bandeng Asap khas Bawean juga menjadi incaran banyak pengunjung karena aroma asapnya yang khas dan cita rasanya yang gurih. Selain makanan utama, festival ini juga menghadirkan aneka kuliner tradisional lain seperti sate kerang, lontong kupang, es legen, hingga jajanan pasar khas pesisir yang mulai sulit ditemukan. Beberapa warung bahkan telah berdiri puluhan tahun dan dikenal turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi ajang jual beli, tetapi juga bentuk pelestarian warisan rasa yang tetap bertahan di tengah menjamurnya makanan modern. Panitia festival menyebut kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner daerah, tetapi juga mendukung pelaku UMKM lokal agar memiliki ruang promosi yang lebih luas. Banyak pemilik warung yang selama ini hanya berjualan di kampung atau pasar tradisional kini mendapat kesempatan bertemu pelanggan baru dari berbagai daerah. Bagi para pengunjung, festival ini menjadi pengalaman yang lebih dari sekadar wisata kuliner. Banyak di antara mereka datang karena ingin bernostalgia dengan rasa-rasa lama yang pernah hadir di masa kecil. Ada yang rela mengantre demi seporsi nasi krawu favorit, ada pula yang sengaja berburu makanan khas tertentu yang sulit ditemukan di luar daerah asalnya. Festival Kuliner Pesisir 2026 juga menjadi bukti bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Di tengah tren kuliner modern dan makanan viral yang cepat berganti, cita rasa khas pesisir tetap mampu menarik perhatian karena memiliki cerita, sejarah, dan kedekatan emosional dengan kehidupan warga pantura. Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya diajak menikmati makanan, tetapi juga mengenal budaya pesisir yang kaya akan tradisi. Sebab di setiap hidangan yang tersaji, tersimpan kisah tentang laut, keluarga, perjalanan perdagangan, dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Catatan dari Alun-Alun Gresik.

Kategori: Culiner. Tag: #gresik, #kuliner, #umkm

Bagikan

Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar.