25 June 2026 · 2 menit baca

Pelatihan Penulisan Profesional di Lamongan Tingkatkan Literasi Siswa, Jadi Model Penguatan Keterampilan Menulis

Pelatihan Penulisan Profesional di Lamongan Tingkatkan Literasi Siswa, Jadi Model Penguatan Keterampilan Menulis

Pelatihan Penulisan Profesional di Lamongan Tingkatkan Literasi Siswa, Jadi Model Penguatan Keterampilan Menulis

Lamongan — Serumedia

Keterampilan menulis profesional dinilai semakin penting di era seleksi pendidikan tinggi dan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian melaksanakan program pelatihan penulisan profesional berbasis literasi produktif di SMA NU 1 Model Lamongan pada 23–24 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan 21 siswa kelas XI dengan fokus pada peningkatan kemampuan menyusun dokumen profesional seperti Curriculum Vitae (CV), cover letter, surat resmi, dan motivation letter. Program dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dengan kebutuhan komunikasi formal di dunia kerja dan pendidikan tinggi.

Peningkatan Signifikan Pemahaman Siswa

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang cukup signifikan. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 53,26 pada pretest menjadi 82,10 pada posttest, dengan normalized gain sebesar 0,62 yang masuk kategori sedang.

Selain itu, produk tulisan siswa juga menunjukkan kualitas yang baik dengan rata-rata ketercapaian 82,50%. Aspek terbaik terdapat pada kelengkapan struktur dokumen, sementara aspek penggunaan bahasa formal masih menjadi tantangan utama.

Pendekatan Praktik dan Umpan Balik Intensif

Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menerapkan pendekatan praktik langsung melalui siklus penulisan: pemodelan dokumen, penyusunan draft, umpan balik, revisi, dan refleksi.

Pendampingan intensif membantu siswa memahami bahwa dokumen profesional bukan sekadar formalitas administratif, melainkan representasi kompetensi dan identitas diri yang digunakan untuk melamar pekerjaan, mendaftar kuliah, maupun mengajukan beasiswa.

Dampak pada Kesiapan Karier Siswa

Siswa mulai mampu mengenali pengalaman pribadi seperti organisasi, kegiatan sekolah, dan prestasi sebagai bagian penting dalam membangun narasi profesional. Hal ini dinilai meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Meski demikian, kemampuan penggunaan bahasa formal dan penyuntingan masih membutuhkan latihan lanjutan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Model Literasi Sekolah Berkelanjutan

Program ini juga menghasilkan model penguatan literasi sekolah berbasis produksi teks autentik yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui klinik penulisan, bimbingan karier, serta pendampingan studi lanjut dan beasiswa.

Model ini dinilai berpotensi diterapkan di sekolah lain dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing institusi.

Bagikan

Komentar

Jadilah yang pertama berkomentar.